Just Sharing and Be Happy :)

Sebuah blog milik seorang pelajar biasa. Just sharing experience and be happy! :)

Minggu, 04 Agustus 2013

Kupu-Kupu Kertas (Munafik dan Kebodohan) Part 2

First Day

     "kaka sayang, ketemuan yu :*"(Via)
     "Terlambat, udah pulang :'("(Yayan)
     "Atuh kaka ihh"(Via)

     Sms yang datang setiap pulang sekolah sore sejak mereka pdkt, menunjukkan bahwa Yayan ialah sang pemalu berat, bahkan sampai hari pertama pun Yayan menghindari pertemuan dengan Via. Hingga hari ke-dua tiba, Yayan pun memberanikan diri datang menunggu Via keluar dari kelasnya.

     Saat Via keluar dari kelasnya, Yayan melambaikan tangannya sambil berteriak kecil.
"Via sini!!"
      Via yang jauh fisiknya denganYayan datang sambil menutup mulutnya, kadang menutup wajahnya sambil tertawa kecil.
    
      Setelah mereka saling berdua sambil malu-malu, Via memberi hadiah kecil berupa kertas yang bertuliskan nama pacar barunya yang ditulis oleh krayon.

      "Ini kak"
      "Wah, makasih ya sayang, kamu emang baik" sambil tersipu malu
      "Ciee ciee, yang pelit pjnya mana??!!" sahut teman-teman Via yang mengantarkan keduanya ke gerbang.
      "Kak, maafin temen aku ya, soalnya temen akumah alay semua" sambil menahan risih
      "Hahaha iya deh gapapa"

     Lalu, setelah keduanya sampai di gerbang, keduanya berpamitan. Sayangnya mereka berdua tak bisa menahan malu, niat mereka ingin bersalaman seperti anak kepada orang tuanya, namun yang terjadi hanyalah salam seperti teman biasa. Padahal seharusnya agar tidak berlebihan tak perlu ada salam-salaman. Kepolosan Yayan nantinya akan jadi petaka yang menyedihkan untuk mereka.


The Blind Love

     Keesokan harinya, Via ingin mengembalikan barang temannya, ia ingin diantarkan dari sekolah pada sore menjelang magrib itu.
     
      Di tengah perjalanan sambil berjalan kaki juga saling berbincang banyak. Yayan berusaha untuk tampil percaya diri. Sementara Via masih malu untuk memperlihatkan wajahnya kepada Yayan.

      Sesampainya dirumah temannya yang berada di pinggir rel kereta api dan harus menyusuri banyak gang, hanya beberapa menit pun keduanya pulang.

       "sayang, masih inget ga jalan barusan?"
       "hehe, kaka mah yang namanya jalan sekali lewat juga hapal"

        Sambil tertawa kecil, tanpa malu-malu sambil menahan malu, Via pun memegang tangan kanan Yayan sebagai tanda ia sangat cinta terhadap Yayan yang sangat tampan dimatanya.

        "hmm.. inikah pacaran? yang harus saling memegang tangan? Ah mungkin bukan pacaran kalau bukan begini" tanya dan jawab dalam pikiran Yayan yang polos.

       "hmm.. kaka mau ke kebun binatang ga besok?"
       "wah buat ngaca gitu?" canda yayan
       "aiihh.. di kelas aku mah udah ada pengungumannya kata pak Yadi, ya buat tugas praktek IPA"
       "ya ikut atuh sayang"
      
       Sesampainya di penghujung jalan, sebelum naik ke angkot yang berbeda, mereka berdua pun saling bersalaman layaknya anak kepada orang tuanya.

      Setelah itu pun mereka berdua menjadi lebih akrab dan saling setia, tak ada kesetiaan yang melebihi mereka berdua. Setiap hari, Yayan menunggu Via keluar kelas dan mengantarkannya ke angkot dimana dia akan naiki, di perjalanan bahkan tiap mereka bertemu pun ia bersalaman laksana orang tua kepada anaknya. Setiap hari pula Yayan pergi ke kelas Via hanya untuk menunjukkan kesetiaannya bahkan tanpa malu karena setiap hari, sampai akhirnya banyak yang iri kepada mereka.....

(bersambung...)



    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar